Jumat, 24 Oktober 2014

Tugas penjualan dengan modal Rp 10.000


LAPORAN PENJUALAN CELENGAN DENGAN MODAL Rp 10.000.
          Pada mata kuliah Introduction of Micro Finance, kami mendapatkan sebuah games mengenai Grameen bank yang bertujuan untuk mengembangkan jiwa usaha pada diri kami dengan bermodalkan uang hanya Rp.10.000. Dari modal usaha sebesar Rp.10.000, kami di beri tantangan untuk mendapatkan laba minimal Rp.50.000. Sebelumnya saya sudah memikirkan usaha apa yang akan saya buat. Saya berencana untuk membuat sesuatu yang bisa menguntungkan sekaligus memberikan manfaat bagi orang yang membelinya. Jadi saya berencana untuk menjual celengan yang terbuat dari sisa potongan pipa yang tidak terpakai lagi.
            Ketika tiba giliran saya untuk memulai usaha, saya langsung memotong pipa di bantu dengan teman saya. Dari pemotongan pipa tersebut saya mendapat potongan pipa sebanyak        8 potong dengan panjang sekitar 20 cm. Untuk menutupi bagian atas dan bawah dari pipa tersebut saya juga menggunakan gabus sisa. Untuk mepercantik tampilannya, saya balut dengan kertas kado warna warni dan aneka rupa. 1 kertas kado dapat digunakan untuk membalut 2 celengan.
Berikut rincian modalnya :
·         Karena saya menggunakan sisa potongan pipa dan gabus, maka saya tidak mengeluarkan modal untuk membelinya.
·         1 kertas kado = Rp.1.500 x 4 = Rp.6.000
·         Lem kertas = Rp.4.000
·         Peralatan gunting dan gergaji besi serta pisau curter saya pinjam dari teman-teman saya yang memilikinya.


1 celengan saya jual dengan harga Rp.10.000. Pertama kali saya berjualan pada hari Sabtu di seputaran kos saya. Pada hari pertama, celengan saya terjual 4 buah. Kemudian celengan tersebut saya promosikan melalui media social dan terjual 1 pada hari minggu. Pada hari selasa dan rabu, celengan saya tidak terjual 1 pun. Pada hari kamis pagi ketika saya berkunjung ke kos teman, saya membawa 1 celengan untuk memperlihatkan pada teman- teman di sana. 3 orang teman tertarik dan masing- masing membeli 1 pada sore harinya, sehingga celengan  yang saya buat akhirnya habis tepat pada waktunya.
Jadi selama 1 minggu saya berjualan, saya mendapatkan keuntungan di atas target yaitu sebesar Rp.80.000. Terimakasih saya ucapkan kepada dosen yang membimbing mata kuliah ini sehingga saya mengenal apa yang namanya berwirausaha. 

Kamis, 16 Oktober 2014

Tugas pertanyaan tentang kemiskinan


Soal
  1. 1.     Why is important to have an eduquate definition of property ?
  2. 2.      What is it that can make the definition of property a source of political debate ?
  3. 3.      What moral questions are raised by the existence of proverty in our society ?
  4. 4.      Why should we care about proverty in Aceh?

Jawaban
1.    Kemiskinan merupakan salah satu penyebab permasalahan yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti masalah kesenjangan social, kesehatan, pendidikan, bahkan menjurus pada perbuatan kriminal. Kemiskinan dapat menjadi permasalahan yang kompleks baik dalam konteks  lingkungan maupun dalam konteks Negara. Setiap Negara mempunyai tujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut seperti mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Apabila kemiskinan dapat di atasi, maka berbagai permasalahan yang sering terjadi relative berkurang. Agar semua cara dalam pemberantasan kemiskinan dapat terlaksana, sangat diperlukan untuk memahami kemiskinan dengan melihat faktor-faktor apa saja yang menimbulkan masalah kemiskinan itu sendiri. Sehingga segala perencanaan-perencanaan yang terkait dengan masalah pemberantasan kemiskinan dapat terlaksana secara efektif dan efisien serta tepat sasaran.
2.    Keberhasilan pembangunan di ukur dari pendapatan nasional dan pendapatan perkapita. Perekonomian tidak lepas kaitannya dengan unsur politik. Unsur politik di sini bisa berarti bahwa setiap pengambilan keputusan atau pembuatan kebijakan mengenai permasalahan perekonomian di putuskan oleh pemerintah (agen poltik). Salah satu yang paling sering di perdebatkan adalah masalah keberhasilan pembangunan yang secara langsung berhubungan dengan pendapatan perkapita yang sangat di tentukan oleh factor kemiskinan. Dalam pembuatan kebijakan mengenai pemberantasan kemiskinan sangat di perlukan pembahasan yang matang oleh pemerintah agar masalah tersebut benar-benar dapat teratasi dengan baik.
3.    Kemiskinan sangat berdampak pada kondisi social dalam kehidupan bermasyarakat karena kemiskinan membuat perbedaan yang cukup jelas baik dari segi materi, pendidikan bahkan etika dan moral. Pendidikan, etika dan moral sangat berpengaruh pada prilaku seseorang. Jika sudah terjadi demikian akan sangat sulit bagi orang miskin untuk dapat bergaul di dalam masyarakat maupun dalam hal mencari pekerjaan. Pertanyaan yang timbul akibat dari kemiskinan adalah “apa yang menyebabkan kemiskinan?”, “bagaimana kemiskinan bisa mempengaruhi kehidupan seseorang?”,”hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan?”.
4.    Sebagai orang Aceh sudah tentu kita harus peduli terhadap lingkungan serta segala macam permasalahan yang ada di Aceh. Jika kemiskinan banyak terjadi di Aceh hal ini juga berpengaruh pada kehidupan kita. Dengan kita peduli terhadap kemiskinan yang terjadi atau bahkan bisa memberikan solusi, maka sudah tentu seluruh orang Aceh akan mendapatkan banyak manfaat dari hal tersebut. Misalnya dengan kita bisa membuka lapangan pekerjaan khusus bagi orang-orang yang menganggur, tidak mesti dengan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan yang tinggi, cukup dengan keterampilan serta kejujuran dan keuletan, maka pengangguran tersebut bisa mendapatkan pendapatan. Hal ini akan perlahan-lahan berdampak pada kesejahteraan rakyat Aceh. Sehingga seluruh lapisan rakyat Aceh dapat merasakan nya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Kemiskinan Disekitar Kita


KEMISKNAN DI SEKITAR KITA
                Kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan maupun pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar atau sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh faktor kemiskinan seperti permasalahan sosial bahkan menjurus pada tindakan kriminal. Sekarang, banyak kasus-kasus tindakan kriminal seperti perampokan, pencurian bahkan pembunuhan yang dilatar belakangi oleh masalah perekonomian.
            Dampak pada lingkungan sosial akibat dari kemiskinan ini adalah kurangnya pendidikan baik di sekolah (formal)  karena tidak mampu membayar uang sekolah maupun pendidikan di rumah (informal)  karena keluarga atau orang terdekat terlalu sibuk untuk memikirkan bagaimana cara mendapat uang untuk makan pada hari ini. Yang paling menderita akibat dari masalah ini tentu saja anak. Akibatnya, sang anak tentu saja menjadi kurang pengetahuan maupun perhatian sehingga prilaku sang anak bisa menjadi negative yang dapat merugikan diri nya sendiri maupun orang lain. Apabila hal ini terus dibiarkan hal ini akan menjadi siklus yang akan terus terulang pada kehidupan anaknya pada nantinya.
            Salah satu faktor yang paling sering ikut andil dalam masalah kemiskinan adalah sifat malas yang timbul  dari dalam diri mereka sendiri. Mereka terlalu malas untuk bisa memanfaatkan segala potensi sumber daya yang ada juga potensi dari dalam diri mereka. Seperti pengalaman saya ketika berada di suatu tempat makan A. Ketika itu beberapa pengemis datang untuk meminta-minta. Seperti biasa kedatangan mereka selalu bergerombolan. Pada saat itu, saya tidak terlalu memperhatikan. Setelah selesai makan, kakak saya mendadak punya urusan di tempat makan yang lain, sebut saja tempat makan B. Ketika kami berada di sana, entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul pengemis yang lain. Ketika saya perhatikan, gerombolan pengemis tersebut sama dengan gerombolan pengemis yang berada di tempat makan  A. Bahkan semua pengemis  tersebut sama. Padahal tempat makan A dan tempat makan B sangat jauh jaraknya. Yang menjadi pertanyaan saya apakah mereka menjadikan pekerjaan meminta-minta menjadi pekerjaan tetap mereka ? Apakah mereka juga memiliki agensi untuk menjalankan profesi mereka menjadi pengemis ?
            Di zaman yang perekonomiannya sulit seperti sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan jalan pintas untuk mencari rezeki dengan mudah tanpa melihat dampak yang dapat ditimbulkan terhadap orang lain maupun lingkungan. Rasa malas yang tidak mampu merubah tidak akan mamu membuat kehidupan menjadi semakin baik namun justru semakin memjerumuskan kehidupan generasi penerus kita.

Rabu, 01 Oktober 2014

7 daerah terkaya dan termiskin di indonesia


7 daerah terkaya di Indonesia

1.  Kota Bontang, Kalimantan Timur
2.  Kabupaten Mimika, Papua
3.  Jakarta Pusat, DKI Jakarta
4.  Kota Kediri, Jawa Timur
5.  Kabupaten Siak, Riau
6.  Kabupaten Sumbawa Barat, NTB
7.  Aceh Utara, Aceh.

7 daerah termiskin di Indonesia

1.Papua Barat, Tingkat Kemiskinan 36,80%

2.Papua, Tingkat Kemiskinan 34.88%

3.Maluku, Tingkat Kemiskinan 27,74%

4.Sulawesi Barat, Tingkat Kemiskinan 23,19%

5.Nusa Tenggara Timur, Tingkat Kemiskinan 23,03%

6. Nusa Tenggara Barat, Tingkat Kemiskinan 21,55%
Sementara itu Nusa Tenggara Barat menurut data Badan Pusat Statistik merupakan salah satu Provinsi Termiskin di Indonesia yang menjadi permasalahan di provinsi ini adalah kurangnya perhatian dari pemerintah kepada warga-warga di pedesaan dan pedalaman akibatnya banyak anak-anak yang menderita gizi buruk dan pendapatan perkapita penduduknya yang sangat rendah.

7. Aceh, Tingkat Kemiskinan 20,98%
Aceh dapat dipandang sebagai daerah termiskin-7 dikarenakan :
Berdasarkan kajian public expenditure analysis and capacity strengthening program, yang didukung bank dunia dan Ausaid Aceh saat ini menjadi provinsi termiskinke-7 se-indonesia dengan rat-rata jumlah penduduk miskin mencapai  20,98, Aceh pula memiliki 12 kabupaten tertinggal  hal ini sangat miris apabila kita melihat dari sektor APBD aceh yang cukup besar dan sumber daya alam (SDA) aceh yang cukup melimpah.
hal ini dikarenakan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang tergolong kurang mumpuni untuk mengelola provinsi Aceh.
Keadaan Aceh yang kurang mendukung guna penghimpunan investasi dari para investor pun menjadi titik lemah yang menjadikan Aceh masih kurang dapat berkembang, yang mana faktor tersebut adalah keamanan dan fasilitas public.