Selasa, 07 Oktober 2014

Kemiskinan Disekitar Kita


KEMISKNAN DI SEKITAR KITA
                Kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan maupun pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar atau sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh faktor kemiskinan seperti permasalahan sosial bahkan menjurus pada tindakan kriminal. Sekarang, banyak kasus-kasus tindakan kriminal seperti perampokan, pencurian bahkan pembunuhan yang dilatar belakangi oleh masalah perekonomian.
            Dampak pada lingkungan sosial akibat dari kemiskinan ini adalah kurangnya pendidikan baik di sekolah (formal)  karena tidak mampu membayar uang sekolah maupun pendidikan di rumah (informal)  karena keluarga atau orang terdekat terlalu sibuk untuk memikirkan bagaimana cara mendapat uang untuk makan pada hari ini. Yang paling menderita akibat dari masalah ini tentu saja anak. Akibatnya, sang anak tentu saja menjadi kurang pengetahuan maupun perhatian sehingga prilaku sang anak bisa menjadi negative yang dapat merugikan diri nya sendiri maupun orang lain. Apabila hal ini terus dibiarkan hal ini akan menjadi siklus yang akan terus terulang pada kehidupan anaknya pada nantinya.
            Salah satu faktor yang paling sering ikut andil dalam masalah kemiskinan adalah sifat malas yang timbul  dari dalam diri mereka sendiri. Mereka terlalu malas untuk bisa memanfaatkan segala potensi sumber daya yang ada juga potensi dari dalam diri mereka. Seperti pengalaman saya ketika berada di suatu tempat makan A. Ketika itu beberapa pengemis datang untuk meminta-minta. Seperti biasa kedatangan mereka selalu bergerombolan. Pada saat itu, saya tidak terlalu memperhatikan. Setelah selesai makan, kakak saya mendadak punya urusan di tempat makan yang lain, sebut saja tempat makan B. Ketika kami berada di sana, entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul pengemis yang lain. Ketika saya perhatikan, gerombolan pengemis tersebut sama dengan gerombolan pengemis yang berada di tempat makan  A. Bahkan semua pengemis  tersebut sama. Padahal tempat makan A dan tempat makan B sangat jauh jaraknya. Yang menjadi pertanyaan saya apakah mereka menjadikan pekerjaan meminta-minta menjadi pekerjaan tetap mereka ? Apakah mereka juga memiliki agensi untuk menjalankan profesi mereka menjadi pengemis ?
            Di zaman yang perekonomiannya sulit seperti sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan jalan pintas untuk mencari rezeki dengan mudah tanpa melihat dampak yang dapat ditimbulkan terhadap orang lain maupun lingkungan. Rasa malas yang tidak mampu merubah tidak akan mamu membuat kehidupan menjadi semakin baik namun justru semakin memjerumuskan kehidupan generasi penerus kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar